Kamis, 05 Oktober 2017

Cara Beternak Ayam Boiler

ternak ayam broiler

Beternak Ayam Boiler - akan membagikan metode beternak ayam pedaging (broiler) yang baik bagi pemula. amat disayangkan bagi anda yang memiliki pekarangan luas tapi tak dipergunakan. Lebih baik manfaatkan pekarang tersebut buat beternak ayam pedaging (broiler). metode beternak ayam jenis ini bisa disebut gampang ataupun sulit. Perihal ini bergantung dari peternaknya sendiri. sebab mengapa kenapa anda sesegera mungkin mencoba beternak ayam ini ialah konsumsi daging di indonesia ini amat tinggi serta peternak yang anda belum dapat mencukupi permintaan pasar.

Produktivitas ayam broiler dipicu 3 faktor, yaitu: bibit, pakan serta manajemen pemeliharaan. Oleh pasal itu, ketiga factor ini butuh diperhatikan. Manajemen pemeliharaan ini dimulai dari ketika persiapan kandang sesuai persyaratan yang ada, pemberian pakan serta vaksinasi secara teratur serta terencana. Penanganan serta pengendalian penyakit dan pemanenan yang tepat masa. disamping itu juga sesegera mungkin diperhatikan penanganan kandang sehabis periode pemeliharaanmanajemen. pemeliharaan yang dilaksanakan dengan baik keluaran ayam broiler bisa dioptimalkan. keluaran yang optimal bisa menaikkan keuntungan serta efisiensi modal.

BIBIT AYAM (DOC)
Anda bisa membeli Doc di Poultry Shop maupun yang lainnya. Yang terpenting DOC yang anda beli bermutu baik.

PAKAN buat AYAM BROILER (PEDAGING)

Harga pakan buat ayam broiler ialah 65 – 85% dari biaya keluaran. serta pakan yang diberikan terhadap yam broiler merupakan pakan ternak dengan rasio yang lengkap. Pakan broiler terhadap lazimnya diberikan dalam bentuk crumble buat phase starter serta pellet buat periode peningkatan (grower). Air amat serius bagi badan ayam, tersebutkan air sesegera mungkin tersedia terus-menerus selama hari. keperluan air minum akan lebih banyak dengan meningkatnya usia ayam. Air merupakan komponen zat gizi, pemberiannya secara khusus dipisahkan dari pakan meskipun pakan itu sendiri masih memiliki kadar air terdefinisi jelas. guna air buat pengangkutan zat-zat makanan dalam tubuh, pembuangan sisa, serta pengaturan suhu. Air menempati proporsi 55% sampai 75% dari berat tubuh (Sidadolog, 1999).

KANDANG AYAM BROILER (PEDAGING). 

KANDANG AYAM BROILER (PEDAGING).

Hal yang pertama dilaksanakan dalam pemeliharaan Ayam pedaging (Broiler) ialah Persiapan kandang. Anda bisa memilih mau menggunkan kandang panggung atau hanya beralaskan litter.

1. Kandang Tipe Panggung

Kalau Tipe panggung lantai kandang lebih bersih pasal kotoran langsung jatuh ke tanah, tak membutuhkan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien. proses panggung ini kebiasaannya dibuat di atas kolam ikan. Bahan yang biasa dipakai buat alas lantai ialah bambu yang dipakaikan secara berderet supaya ayam tak terperosok.

Kelebihannya ialah sisa pakan bisa dipergunakan sebagai pakan ikan, penyebaran penyakit relatif rendah. Kekurangannya bila jarak pemasangan bambu buat alas terlampau lebar, akan bisa menyebabkan ayam terperosok.

2. Kandang Biasa (Beralaskan Latai Yang di Beri Litter).

Tipe ini lebih banyak digunakan peternak, pasal lebih gampang dibuat serta lebih murah. terhadap awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik buat merawat kehangatan, sehingga tenaga yang didapati dari pakan seluruhnya buat pertumbuhan, bukan buat keluaran panas badan.

Lantai kandang bisa dibuat dari tanah yang dikeraskan, kayu atau beton. sesegera mungkin adanya dinding beton atau bata yang kuat disekeliling lantai dengan tinggi sekurang-kurangnya 30 cm. bila dinding sekat diperlukan dalam kandang, bahan yang paling cocok buat dimanfaatkan ialah jaring-jaring logam lebar, pasal itu membagikan ventilasi, tapi juga amat kaku.

Kedalaman litter maksimal sesegera mungkin tak lebih dari 30 cm. Syarat-syarat biasa saja buat ayam dewasa ialah litter dengan kedalaman 10-13 cm, bertambah sampai 20-30 cm. buat anak ayam (DOC) kedalam litter sesegera mungkin tak lebih dari 5-8 cm.

Kepadatan kandang yang ideal buat area tropis layaknya Indonesia ialah 8-10 ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang laju menaik terutama siang hari terhadap usia dewasa yang mengakibatkan konsumsi pakan menurun, ayam lebih memilih banyak minum, stress, peningkatan terhambat serta gampang terkena penyakit (Akoso,1993).

1. Biosekuriti, Prinsipnya adanya 3 yaitu :

  • Meminimalkan kesempatan penyakit berkaitan dengan hewan unggas,
  • Meminimalkan keberadaan pengakibat penyakit serta 
  • Membuat lingkungan tak kondusif buat kehidupan penyakit 
Biosekuriti bisa dilaksanakan dengan metode penggunaan masker, sarung tangan, wearpack serta sepatu; mencuci tangan dengan desinfeksi sebelum serta sesudah kontak dengan unggas; sanitasi kandang; pembatasan lantas lintas orang yang keluar masuk kandang, pemusnahan unggas sakit/ meninggal dengan metode dibakar setelah itu dikubur 1,5 m; pemasakan daging serta telur dengan sempurna.

2. Vaksinasi serta Vitamin

Vaksin yang dipakai ialah vaksin inaktif dengan subtipe yang setara kepada unggas bugar. Ayam broiler diberikan vaksin terhadap usia 4 hari dengan suntikan subkutan. metode pemberian vaksin bisa dilaksanakan dengan melewati tetes mata, tetes hidung, injeksi/suntikan, atau dengan cara spray (penyemprotan halus).

Dari cara-cara tersebut di atas, metode tetes mata serta hidung merupakan cara yang gampang dilakukan, demikian pula pada vaksin Gumboro. sementara jadwal pemberian vaksin ialah sebagai berikut:


  • usia ayam 3-4 hari dikasi vaksin ND strain F serta tiap satu ekor ayam dikasi satu dosis (1 ml) Umur ayam 10 hari diberikan vaksin Gumboro dengan dosis sesuai dengan anjuran. 
  • Umur ayam 21 hari vaksin ND strain F serta tiap ekor ayam dikasi 1 dosis (1 ml). 
  • Umur ayam 42 hari vaksinasi ND strain K (komacox) merupakan pemberian ND terakhir Untuk jadwal pemberian vitamin, mineral serta obat antibiotik ialah sebagai berikut:
  • Vitamin, mineral, serta obat antibiotik yang merupakan obat anti stress bisa diberikan terhadap anak ayam usia 1-2 hari Pada usia 3-5 hari dikasi bahan makanan yang mengandung vitamin serta mineral/feed suplement. 
  • Ayam usia 6 hari serta seterusnya dikasi obat pencegah penyakit berak darah (coccidiosis) yaitu coccidiostat. Obat ini diberikan secara acap kali secara 3 hari berturut-turut, lantas 2 hari berhenti serta seterusnya (Akoso, 1993).

PERSIAPAN DALAM PEMELIHARAAN AYAM PEDAGING (BROILER). 
  • Membuat Kandang Ayam, atau apabila anda menyewa kandang yang telah digunakan bermakna anda bisa membersihkan kandang dari litter, kotoran serta benda lain yang masih tersisa dari pemeliharaan sebelumnya Mencuci kandang dengan air (air sabun/ deterjen) sampai bersih. 
  • Mencuci tempat pakan serta minum dengan deterjen, setelah itu merendam dalam desinfektan serta mengeringkannya. 
  • Menyekat kandang juga membersihkan serta mencuci dengan air setelah itu membersihkannya. 
  • Mengeringkan serta melaksanakan pegapuran terhadap lantai kandang serta membiarkan kandang sampai kering. 
  • Memasang tirai terhadap ventilasi kandang buat nantinya dipakai pengaturan suhu kandang. 
  • Memasang penyekat buat masing-masing kelompok dengan ukuran 5x5 meter atau dapat lebih buat tiap kelompok. Perihal ini dilaksanakan supaya pengontrolan pada ayam lebih gampang. 
  • Memasang pemanas, termometer serta higrometer. 
  • Melakukan penyemprotan memakaikan desinfektan secara merata ke semua kandang serta peralatan yang akan dipakai. 
  • Menempatkan bahan litter (sekam) terhadap lantai dengan tebal 5 cm. 
  • Memasang tempat pakan serta minum terhadap tempatnya.
PEMELIHARAAN AYAM BROILER 
Sebelum Doc Dimasukan 
  1. Sebelum DOC dimasukan, Menyalakan pemanas (Broder) sekitar 2-3 pukul sebelum pemasukan DOC supaya mendapati temperatur yang sesuai serta stabil
  2. Sekitar 1 pukul sebelum memasukan DOC, terlebih dahulu menyiapkan larutan gula 2% (2 gram dalam 100ml).
Pemasukan DOC (Chick In) 
  1. Melakukan penimbangan DOC secara sampling dengan mengambil 30 ekor.
  2. Memasukan DOC kedalam kandang yang sudah dipersiapkan bersetara dengan melatih minum air gula yang sudah disediakan lebih awal. 
  3. Memberikan sedikit pakan dengan metode ditaburkan diatas koran. Selanjutnya membagikan pakan dalam chick feeder tray sepanjang sebagian hari
Pemberian pakan serta air minum 
  1. Memberikan pakan serta air minum secara ad libitum, tapi membagikan hitungan pakan yang disesuaikan dengan standar konsumsi pakan rujukan oleh usia ayam.
  2. Menggantung tempat pakan serta air minum setinggi dada ayam.
  3. Mencuci tempat air minum tiap pagi. 
  4. Mencatat hitungan pakan yang diberikan serta hitungan pakan yang tersisa.
Pengaturan temperatur brooder 
  1. Mengatur temperatur brooder terhadap minggu pertama sekitar 34-350C.
  2. Menurunkan temperatur secara bertahap sehingga terhadap minggu kedua temperatur sekitar 230C, serta minggu ketiga 290C.
  3. Melepaskan pemanas (Broder) bila ayam telah cukup kuat.
Pengaturan ventilasi udara 
  1. Menutup tirai kandang secara keseluruhan terhadap minggu pertama.
  2. Membuka tirai penutup dinding mulai minggu kedua dengan membuka 1/3 area atasnya. 
  3. Membuka tirai 2/3 area terhadap minggu ketiga. 
  4. Melepas tirai terhadap minggu keempat. 
  5. Pembukaan tirai juga memperhatikan keadaan ayam.
Pemeliharaan kebugaran 
  1. Memberikan vitamin (atau antibiotik) seperlunya sesuai dengan keadaan ayam. 
  2. Melakukan Kendalikan secara acap kali buat memantau keadaan kebugaran ayam. 
  3. Melakukan vaksinasi buat mencegah penyakit ND (New Castle Disease) serta gumboro.
Penimbangan berat tubuh 
  1. Melakukan penimbangan (individual) secara acap kali satu minggu sekali sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. 
  2. Merata-rata result penimbangan sehingga didapati data dalam satuan gram/ ekor.
Pencatatan (recording) 
Melakukan pencatatan tiap hari pada data sebagai berikut : 
1. hitungan ayam. 
2. Konsumsi pakan, meliputijumlah pakan yang diberikan serta sisa pakan. 
3. Vaksinasi, pemberian vitamin serta aktivitas medikasi lainnya. 
4. Penimbangan.

Pemanenan 
1. melaksanakan pemanenan terhadap usia 35-42 hari. 
2. Menimbang ayam semuanya secara individual. 
3. melaksanakan penimbangan sisa pakan. 
4. Membersihkan serta mencuci kandang serta seluruh peralatannya hingga bersih.
    Beternak Ayam Boiler
sumber : http://www.ilmuternak.com

0 Komentar Cara Beternak Ayam Boiler

Posting Komentar

Back To Top